Ligaolahraga.com -
Berita Tenis: Musim perpisahan Stan Wawrinka terus berlanjut saat ia memulai rangkaian pertandingan di musim clay-court pamungkas dalam kariernya.
Memulai perjalanan tersebut di Monte Carlo Open, di mana ia mendapatkan wildcard, semua orang menantikan bagian undian pertandingannya ketika kali pertama diumumkan.
Lagipula, jika petenis veteran Swiss berhasil mengalahkan petenis berkebangsaan Argentina, Sebastian Baez di babak pertama, tantangan yang sangat menarik menantinya. Ia bisa saja menghadapi petenis peringkat 1 dunia, Carlos Alcaraz di babak kedua.
Jika itu terjadi, maka akan menjadi perpaduan sempurna antara yang lama dan yang baru, dengan seorang veteran legendaris menghadapi legenda masa depan. Oleh karena itu, sangat menarik bahwa petenis berusia 41 tahun baru-baru ini merinci perbedaan terbesar yang ia perhatikan dalam tenis selama aktif sangat lama di turnamen ATP.
Saat berbicara di acara hari media Monte Carlo Open, mantan petenis peringkat 3 dunia sebenarnya mengungkapkan beberapa perbedaan utama dari musim-musim awal karier tenis profesionalnya hingga saat ini.
Wawrinka memulainya dengan menyatakan, “Saat anda bermain, anda melihat evolusi, dan anda mencoba beradaptasi dengannya, jadi sulit untuk melihat perubahan besar.”
“Bagi saya, perubahan terbesar adalah bola. Bola benar-benar mengubah cara bermain. Permainan menjadi lebih menguras fisik dan dengan perubahan kondisi, gaya bermain menjadi lebih mirip di setiap permukaan. Jadi, sulit untuk memvariasikannya.”
“Jadwalnya juga banyak berubah, sebagian besar turnamen Masters 1000 berlangsung selama dua pekan. Dan levelnya tentu saja sekarang lebih baik.”
Rasanya sudah cukup lama sejak penikmat tenis berkesempatan menyaksikan petenis berkebangsaan Swiss bermain, terutama mengingat betapa mengesankan penampilannya di awal musim.
Lagipula, setelah penampilan gemilang di United Cup, ia menerjemahkan performa tersebut ke Australian Open, membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di level tertinggi dengan mencapai babak ketiga.
Perjalanan kariernya bagaikan dongeng, tetapi sejak tersingkir pada pertengahan Januari, ia hanya melakoni tiga turnamen dan selalu kalah di babak awal. Pertandingan terakhirnya di turnamen ATP berlangsung di Dubai, di mana sang juara, Daniil Medvedev mengalahkannya dengan mudah.
Namun, sejak itu Wawrinka hanya memainkan satu pertandingan Challenger di Napoli, di mana ia kalah dengan tiga set dari Matteo Martineau. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak meminta wild card untuk bermain di Indian Wells maupun Miami, melainkan memilih untuk fokus pada musim clay-court.
Artikel Tag: stan wawrinka, monte carlo open, carlos alcaraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/pandangan-stan-wawrinka-tentang-level-tenis-saat-ini

3 hours ago
5

















































