Dari Jakarta hingga Babel, Teror Air Keras Picu Kekhawatiran

4 hours ago 6
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah kasus penyiraman air keras kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir di berbagai daerah, mulai dari Jakarta hingga Bangka Belitung.

Rentetan kejadian ini memicu kekhawatiran publik, terutama karena sebagian kasus menyasar individu dengan latar belakang berbeda, termasuk aktivis.

Berikut rangkuman sejumlah kasus penyiraman air keras terbaru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Teror terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus di Jakarta

Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus hingga kini masih menyisakan tanda tanya, terutama terkait motif pelaku.

Andrie diserang pada Kamis (12/3) malam usai menghadiri sebuah acara di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

"Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada tangan, muka, dada, serta bagian mata," ujar Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3).

Dalam perkembangan kasus, empat anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026. Penanganan perkara juga telah dilimpahkan dari Polda Metro Jaya ke Puspom TNI.

Meski demikian, hingga tiga pekan sejak kejadian, aparat belum mengungkap motif di balik penyerangan tersebut.

2. Pria disiram air keras sepulang salat Subuh di Bekasi

Kasus serupa terjadi di Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Seorang pria menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal sepulang salat subuh pada Senin (30/3).

Polisi telah menangkap pelaku, namun belum mengungkap identitas maupun motif penyerangan.

"Iya [pelaku sudah ditangkap]," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni melalui pesan singkat, Kamis (2/4).

Ia menyebut, detail kasus akan disampaikan dalam konferensi pers lanjutan.

Berdasarkan video yang beredar, korban terlihat kesakitan setelah diserang oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor.

3. Aktivis lingkungan di Babel diduga disiram air keras

Aktivis membentangkan poster dalam aksi solidaritas doa bersama untuk Andrie Yunus di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Aksi tersebut dalam rangka memberikan dukungan kepada Andrie Yunus yang tengah menjalani perawatan usai mengalami teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/foc.Sejumlah kasus penyiraman air keras kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir di berbagai daerah, mulai dari Jakarta hingga Bangka Belitung. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Di Bangka Belitung, aktivis lingkungan Muhammad Rosidi juga diduga menjadi korban penyiraman air keras pada Senin (30/3) malam di Toboali.

Serangan dilakukan oleh pelaku yang melemparkan cairan asam ke arah korban saat berada di dalam mobil. Akibatnya, Rosidi mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut.

"Saya minta Kapolda Bangka Belitung tegas dan langsung turun tangan. Siapa pun pelakunya harus segera diungkapkan ke publik seterang-terangnya," ujar Sahroni dalam keterangannya, Kamis (2/4).

Ia menilai, pola penyerangan ini mengkhawatirkan, terutama jika menyasar pihak-pihak yang kritis.

"Ini jelas teror terstruktur, bukan hanya buat aktivis, tetapi juga buat kita semua. Ini benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan. Nah, ini baru lagi ketahuan ada kejadian di Babel. Besok siapa lagi? Bisa saja menimpa siapa pun di luar sana," kata Sahroni.

(lau/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Sports | | | |